Sabtu, 04 Juni 2011

Ditengah Perjalanan.


Kembali merenung dengan apa yang telah dicapai dan dikerjakan.....
Kembali melihat apa yang telah dilakukan..............
Kembali menintrofeksi diri denga apa yang telah dilakukan.........
Kembali melihat orang /sahabat yang ada disekitar...........

Apa yang dikejar dalam hidup ini....
Apa kita telah berhasil........
Apa kita telah bermanpaat bagi mereka...


Sudah sejauh apa kita memaksimalkan potensi dakwah kita, melihat apa yang terjadi sekarang yang ada disekitar kita.
Apakah kita berada di dalam dakwah ini hanya sebagai parasit yang menumpang hidup dan mencari keuntungan dari dakwah ini.
Dakwah ini menunggu kerja-kerja kita, buka malah kita yang menunggu kerja dari dakwah ini.

Keberadaan kita didalam gerbong dakwah ini terkadang patuk kita pertanyakan, niat apa yang berda didalam hati ini.
Mudah-mudahan keberadaan kita didalam kereta dakwah ini tidak menjadi orang yang menyebabkan mandeknya bahkan hancurnya dakwah ini.

Marikita bersama-sama menjaga agar api semangat untuk terus berdakwah agar tidak redup bahkan padam untuk terus berkarya dan bergerak.

Beberapa Kutipan mabit beberapa waktu lagu.

Selasa, 10 Mei 2011

Se'cuil pengalam Baru.

Dunia baru yang sedang dijani penuh dengan sebuah tantangan yang memotivasi untuk
menuntaskannya dan kebesasan dalam berkarya dalam menjalani detik demi detik dalam
menggerakkan langkah ini dengan ditemani sebuah Hp BB yang setia menemani dalam
mebuat kata demi kata dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dunia baru yang dulu
tidak pernah terbayangkan akan ada didalam lingkaran yang disering disebut dengan
duni jurnalistik.

bahkan sewaktu berkuliah di semester satu pernah ditanya oleh seorang teman
matakuliah apa yang dianggap sulit, diriku menjawab adalah Bahasa Indonesi, karna
pada saat ujian, saya sangat sulit mengerjakan soal yang diberikan, yang dianggap
seluruh teman sewaktu itu paling gampang yaitu ujian mengarang.

sekarang bergelut didunia yang setiap harinya mewajibkan untuk merangkai kata demi
kata hingga tersusun menjadi sebuh paragrap yang diharapkan bisa menjadi sebuah
informasi yang akan di nikmati oleh orang lain.

setiap langkah yang diayunkan setiap harinya berharap ada sesuatu hal baru yang bisa
ditulis menjadi sebuah berita walau hanya sebaris informasi yang keluar dari mulut
para pejabat, masarakat atau kejadian untuk bisa dirangkai.

membutuhkan kasabaran setiap mengumpulkan informasi-demiinformasi, agar menghasilkan
sebuah berita yang berkualitas dan menjadi informasi yang berguna bagi orang banyak.

sempat mengeluh diawal menghadapi dunia jurnalistik yang penuh tantangan dan
kesabaran ini, karna untuk mengumpulkan satu buah berita tidak jarang harus menunggu
hingga 2 sampai 3 jam narasumber dan tak terkadang narasumber yang diharapakan hanya
menjawab lima kata bahkan tidak berkomentar sama sekali, bahkan ada yang menghilang
dari pantauwan radar(macam tentara).

kalau hanya menunggu mungkin sedikit menyenangkan karna masi bisa melakukan aktifitas
yang lain seperti mengetik berita yang telah terkumpul atau bahkan beristirahat
sejenak. Terkadang kita ada yang harus memperhatikan kata demikata apa yang keluar
dari lisan narasumber yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah berita, pada saat
rapat anggota dewan yang sering kita sebut Rapat Dengan Pendapat(RDP), atau rapat
kordinasi yang dilakukan intansi-intansi, ini suatu hal yang membutuhkan konsentrasi
tingkat tinggi dan kesabaran tingkat tinggi(Lebay.com) bakan terkadang sampai
mengantuk mendengarkanya karna terkadang rapat hingga 2-3 jam baru selesai dan ada
kesimpulan, bahkan ada yang harus diwawan cara ulang narasumber untuk memperjelas
kembali informasi yang diterima.

tulisan ini bukan menjadi keluh kesah tapi sedikit pengalaman yang dijalani selama
beberapa bulan ini beraktifitas, dan mudah-mudahan yang mebaca tulisan ini bisa
sedikit menghargai berita-berita yang dibaca, karna tidak mudah mengumpulkan sebuah
berita.

tidak ada yang mudah di dunia ini untuk didapatkan walau hanya sebait informasi,
kalau dunia ini mudah untuk dilewati dan dijalani sudah banyak orang kaya dan masuk
surga, tidak ada lagi pakirmiskin. tergantung dari kita sekarang memiliki motivasi
dan keberanian atau tidak dalam menghadapi semua yang ada didepan mata kita.
atau hanya menjadi pecundang yang berdiri disisi panggung memperhatikan orang lain
menjadi juara dan tersenyum.


APAKAH ITU SAYA ATAU ANDA YANG MENJADI PENCUNG ATAU SANG
JUARANYA.....................


Sabtu, 09 April 2011

Hanya orang biasa...

Oleh : Budi Setiadi (Staf ahli PKS DPR RI)


kumpulan ini ibarat pohon yang terus berbuah manis… makin tinggi batang makin kuat angin menerpa… mungkin satu-dua daun atau dahan tak mampu menahan terpaan angin… karena ia sesuatu yang hidup dan banyak yang menumpang hidup di pohon ini….satu-dua daun mungkin menguning dan berguguran… satu-dua dahan mungkin patah ditiup angin… tetapi pohon berbuah manis ini harus terus tumbuh dan memberi manfaat…

pemeliharaan ilahiyah sudah kita rasakan dan saksikan bersama…. Saksi hidup semua tahapan masih bersama kita hari ini… tanyakan pada mereka bagaimana allah SWT memelihara pohon ini sejak pertamakali benihnya disemai…

ketika mereka masih di periode kapal selam.... orang cuma memandang aneh tanpa banyak komentar.... tapi orang2 yg dipandang aneh ini semakin hari semakin banyak.... hal ini sudah terjadi jauh sebelum partai ini berdiri....

ketika mereka mulai hadir di masjid kampus.... semua gerakan dakwah yang ada di masjid kampus menuding radikal, ekstrimis, fundamentalis bla-bla-bla.... tapi kemudian justru mereka yang akhirnya menjadi pengelola, pengurus, dan pengendali masjid2 kampus tsb.... hal ini sudah terjadi sebelum partai ini berdiri....

ketika mereka mulai hadir di organisasi mahasiswa..... semua gerakan mahasiswa mencibir dan risih dengan 'orang masjid kampus' yang tiba2 hadir dalam sidang mahasiswa.... tapi kemudian justru 'orang masjid kampus' ini yang menyingkirkan banyak gerakan lain dari singasana pimpinan organisasi mahasiswa.... hal ini sudah terjadi beberapa tahun sebelum partai ini berdiri...

lalu ketika alumni 'orang masjid kampus' ini memasuki arena politik..... semua parpol ketar-ketir dengan aksi mereka.... maklum pengurus parpol lain adalah 'kompetitor lama' saat masih mahasiswa duhulu... bayangan pertarungan politik di dunia kampus terasa akan berulang di politik yang sebenarnya…. Di mata semua parpol, PKS yang semakin eksis adalah mimpi buruk yang tak boleh terjadi....

mengapa kader2 PKS selalu diterima di semua periode kompetisi tersebut....???? karena orang yang sudah merasakan manisnya gula tak akan terpengaruh pemikirannya… meskipun semua orang mengatakan gula itu pahit … orang yang sudah merasakan asinnya garam tak akan peduli meskipun seluruh dunia orang mengatakan garam itu rasanya manis….

Dalam buku ‘menikmati demokrasi’, Anis Matta mengatakan: Dunia politik adalah dunia orang-orang kuat…. Kuat jaringan, kuat ekonomi, kuat fisik, dan yang paling utama kuat secara ideology…. Tidak peduli orang itu baik atau jahat, selama masih punya kekuatan maka ia akan terus eksis di pertarungan ini…. Dan tujuan kita berpolitik adalah menjadikan politik sebagai dunia bagi orang kuat yang baik, dan orang baik yang punya kekuatan….

jadi tugas kita semua adalah mengetuk pintu rumah-rumah yang ada disekitar kita…. Baik rumah sebenarnya maupun ‘rumah’ tempat berkumpulnya masyarakat… yang berwujud LSM, organisasi, dan kumpulan lainnya….. berikan buah kebaikan yang dipetik dari pohon PKS…. Biarkan mereka menikmati manisnya, dan merasa nyaman di bawah naungan kerindangannya…. tanpa peduli teriakan anjing menggonggong di pinggir jalan...

kita masuk surga karena amalan kita.... dan bukan karena partai atau jamaah kita... kalimat itu sudah dikumandangkan saat PK berdiri… dan dilanjutkan saat PKS dideklarasikan…. kita sangat yakin bahwa di antara semua pilihan yang ada, maka pilihan ini yang paling dekat menghantarkan kita pada tujuan bersama kita... MENDAPATKAN RIDHA ALLAH, DI DUNIA DAN AKHIRAT....

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Ia menghasilkan buahnya setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat” (QS Ibrahim 24-25)

(9apr11, pasca insiden di paripurna)