Rabu, 11 Januari 2012

Tarbiyah itu Melejitkan Potensi

Oleh : Eko Wardaya


dakwatuna.com - Tarbiyah Islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang shalih agar tercapai keseimbangan potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Visi tarbiyah mencetak kader Rabbani dengan sepuluh karakteristik yang kita sudah ketahui bersama. Singkat kata tarbiyah ingin membentuk generasi unggul seperti para sahabat terdahulu yang berhasil membangkitkan Islam pada awal berdirinya.


Di rumah Abu Abdillah Al Arqam bin Abi Al Arqam para sahabat biasa mengikuti halaqah yang langsung ditangani oleh Rasulullah saw. Begitu pun tarbiyah, halaqah adalah fondasi dasar pembentukan kader-kader unggul.


Dalam berbagai teori kesuksesan Barat, menjadi sukses memerlukan coach. Dalam Halaqoh pun peran murabbi sangat sentral untuk mengimplementasikan manhaj pembinaan pada kader-kader dalam lingkaran halaqahnya. Pada proses awal halaqah, di saat seseorang baru berkenalan dengan Islam yang universal akan terjadi kecenderungan perubahan radikal pada dirinya, tak jarang polah tingkahnya pun menjadi radikal. Namun hal itu masih dalam batas yang wajar, dalam proses selanjutnya akan terjadi pendewasaan dan pematangan ideologis dalam diri kader tersebut.


Dalam perjalanannya banyak muncul fenomena figuritas kader terhadap murabbi atau anggapan bahwa halaqah adalah segalanya, itu biasa terjadi dan solusi terkait pun sudah banyak. Namun ada beberapa fenomena lain yang berkembang dari perjalanan halaqah kini, yaitu seputar karakter kader yang terbentuk, di antaranya berpikiran sempit dan tak bervisi serta macam-macam karakter tak unggul lainnya yang menggambarkan tak kunjung matang dan dewasanya sebuah proses ideologisasi. Padahal seharusnya tarbiyah mampu merubah pecundang menjadi pemenang dan dapat memunculkan potensi yang terpendam.


Apa penyebabnya? Tak lain karena peranan tarbiyah dzatiyah yang tak mereka punyai dalam diri. Bagaimanapun tarbiyah dzatiyah atau pengalaman belajar mandiri justru memiliki peranan besar dalam proses pembinaan kader itu sendiri.


Kesadaran akan pengalaman belajar mandiri ini yang harusnya dipantik dalam proses halaqah dan di sinilah sejatinya peran seorang murabbi sebagai coach. Murabbi harus berperan sebagai fasilitator dalam melejitkan potensi binaannya, bukan hanya memutabaah ibadah yaumiyah dan komitmen berjamaahnya saja. Hal ini yang menyebabkan terkekangnya potensi kader.


Sebuah refleksi untuk para murabbi termasuk saya, sudahkah kita membuat visi halaqah binaan kita? Jika sudah, apakah visi tersebut dijiwai sebagai acuan dalam proses pembinaan atau tidak? Gagal berencana sama saja merencanakan kegagalan. Tak ada visi dalam halaqah yang pada akhirnya menjadi penyebab tumpulnya potensi kader, karena Tarbiyah itu melejitkan potensi bukan mengekang.


Sumber : http://m.dakwatuna.com/2012/01/17423/tarbiyah-itu-melejitkan-potensi/


Sabtu, 07 Januari 2012

Pemuda Untuk Bangsaku

Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi manusia yang bersemangat. Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi orang-orang yang mampu bergerak cepat. Menjadi pemuda, artinya menjadi pribadi tangguh yang siap menyelamatkan umat. Para pemuda pendahulu kita telah memberikan contoh dan menjadi teladan, jika engkau tak juga menemukan siapa mereka, lihatlah mereka assabiqunal awwalun; generasi pertama dari kalangan sahabat. diambil dari http://www.bersamadakwah.com/2011/12/wahai-pemuda-inilah-40-assabiqunal.html.


Negeriku sedang sakit, apa yang harus aku lakukan.
Negeriku sedang krisis kepercayaan, apa yang harus aku lakukan.
Negeriku sedang galau, apa yang aku harus lakukan.
Negeriku sedang klatah akan kreasi, apa yang harus aku lakukan.
Negeriku sedang kerisis pemimpin, apa yang harus aku lakukan.
Negeriku sedang ........................
Negeriku sedang ........................
Negeriku sedang ........................
Negeriku sedang ........................

Aku hanya bisa melihatnya (Negeriku ini) dari sudut kota tampa bisa melakukan apa-apa.
Aku menatapnya dengan hati yang galau (gelisa) akan nasip bangsa ini kedepanya, namun aku tidak berani untuk berbuat.

Aku hanya seorang pemuda yang bisa melihat negeriku hancur dan dipimpin oleh orang-orang yang tidak seharusnya berada disana.

Apakah yang aku pukirkan saat sekarang ini, sama dengan seluruh pemuda yang ada di negeri ini.? tetapi aku rasa tidak.

Pemuda yang ada di negeri ini terus bergerak dan berjuang untuk membenahi negeri ini, dengan harapan negeri ini tidak menjadi negeri kenangan atau khayalan belaka.

Aku bukannya mau mengeluhkan tentang negeriku..
Banyaknya, kemiskinan dimana-mana..
orang -orang kelaparadi dan mencari makan ditempat yang kotor dan kumuh....
Anak-anak kecil disudut kota yang kurus dan tak bergizi....
Rumah dinas guru dijadikan ruang kelas, dan seorang kepala sekolah harus tinggal di WC....

Ternyata itu adalah negeriku tempat aku tinggal.
Kabarnya negeriku kaya akan sumber daya alamnya.

Apakah kita adalah negeri yang patut dikasihani?
Apa kita mau terus menerus hidup dari belas kasih bangsa lain?
Kenapa bukan kita sendiri yang berbuat bagi bangsa ini?


aku pernah dengar ada sebuah negeri
negeri yang elok
negeri yang katanya indah permai
subur tanpa tanding
negeri para bintang kahyangan

negeri warisan surga
yang membuat banyak bangsa iri karenanya
semua berhasrat memilikinya

ingin aku melihatnya
berkenalan dengan manusia buminya
merasakan kelembutan karakter manusia buminya
bercengkrama & berakrab ria disana

ingin aku bersama mereka
bahkan dalam derita maupun suka
bersama mereka membangun asa
membangun harapan atas cinta-Nya

aku ingin menjadi bagian dari mereka
ya..bagian dari manusia bumi negeri ini
yang bangga atas negeri-nya
bangga atas bangsa-nya
bangga atas bumi-nya

kawanku
inilah kisah negeri-ku
sungguh aku mencintai negeri ini
dan karenanya dari sinilah
semua cerita ini bermula...

Kamis, 05 Januari 2012

Tragedi Kemanusian Palestina "Masarakat Batam Sumbang Dana Rp 267 Juta"

BATAM - Ribuan masarakat dari berbagai organisasi Islam yang ada di Kota Batam berkumpul di Spot Holl temenggu Abdul Jamal, Minggu (01/01), guna mengumpulkan dana untuk membantu masarakat Palestina. Dalam acara yang digagas oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Batam, telah terkumpul dana sebesar Rp 267 Juta.

"Dalam acara Konser Nasyid Kemanusiaan, telah terkumpul uang sebesar Rp 267 juta" Kata Fajri, usai acara di Spot Holl temenggu Abdul Jamal, Minggu (01/01) kepada wartawan.

Ujar dia, dalam acara yang di gagas ini, yang diikuti oleh berbagai ormas-ormas islam, lembaga-lembaga zakat, taklim-taklim, perkumpulan mahasiswa, dan kepemudaan. Dari sumbangan yang berhasil kita kumpulkan hingga hari ini (minggu) sebanyak Rp 300 juta, yang nantinya lansung akan kita sumbangkan kepada masarakat Palestina melalui KNRP pusat, setelah di gabung dengan sumbangan dari daerah lain, terangnya.

Ketua KNRP Pusat Muqoddam Chalil, MA menyampaikan, tujuan dari dibentuknya KNRP ini adalah sebagai lembaga untuk menebarkan informasi tentang kondisi terkini yang ada di Palestinan.

" Kita rutin mengikuti pertemuan di tinggat Internasional yang membahasa tetang Palestina, seperti di Istambul Turki, dan Libanon," terang Muqoddam.

Kata dia, untuk acara Konser Nasyid Kemanusiaan yang diadakan di tuju kota yang ada di Indonesia, kita langsung menghadirkan empat orang dari palestina, yang mana mereka berasalal dari lembaga kajian islam di timur tengah. Guna memberikan informasi terkini tetang Palestina.

Untuk saat ini terang dia, kondisi di Palestinan, setiap bantuan yang ingin masuk harus melalui terowongan bawah tanah, yang mana hal ini sangat mengacam keselamatan. Sehingga membuat barang-barang kebutuhan hidup cukup tinggi di Palestinan.

"Anak-anak Palestina sangat sulit untuk mendapatkan pendidikan," kata Muqoddam.

Terang dia, untuk pendidikan hingga saat sekarang ini, sangat sulit didapatkan oleh anak-anak di Palestina. Jangankan untuk buku pelajaran, gedung sekolah untuk mereka belajar saja telah dihancurkan oleh Israel, terang dia.

Sementaran itu, Herlina Amran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Kepri menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia memiliki utang sejarah akan masarakat palestina yang saat ini tengah terjajah oleh Bangsa Israel, dalam orasinya dalam acara Konser Nasyid Kemanusiaan.

"Kita memiliki utang sejarah terhadap bangsa Palestina," kata Herlina Amran

Menurutnya, pada masa awal kemerdekaan Bangsa indosesia, Mufti palestinalah yang pertama kali memberikan dukungan dan pengakuan atas kemerdekaan Bangsa Indonesia. Mereka menyampaikan informasi terkait Indonesia melalui radi lokal dan televisi yang ada di Palestina dan timur tengah selama dua hari berturut-turut.

"Sehingga dunia arab saat itu, akhirnya mengetahui dan mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Bangsa Indonesi," terang dia.

Selain itu juga, salah seoarang pengusaha kaya palestina pernah menyumbangkan seluruh hartanya untuk perjuangan Bangsa Indonesia. Sedangkan, secara kontitusi negara kita didalan Undang-Undang 1945 telah tertuang bahwa, kemerdekaan adalah hak segala negara, senghingga kita melalui parlemen mendukung akan kemerdekan penuh Palestina. Serta beberapa waktu lalu Ketua DPR RI Marzuki Ali telah berkunjung dan memerikan bantuan secara langsung kepada masarakat Palestina.

"Bentuk dukungan kita kepada masarakat Palestina,"kata Herlina Amran

Hak senada juga disampaikan oleh Adhiyatmoro Triwibowo dari Muhamadiah Batam, sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa sesuai dengan pembukaan UU 1945.

"Sesuai dengan UU negara kita yang mengharuskan kita untuk mendukung Palestinan merdeka," kata Adhiyatmoro Triwibowo dalam orasinya.

Kata dia, kami terus menerus mendukung atas perjuangan masarakat Palestina, salah satu yang telah kita lakukan adalah dengan membangun sebuah rumah sakit di Palestina. Selai itu juga, dasar pejuangan kita selain karena seagama, juga karena sesuai dengan UU negara kita yang mengharuskan kita untuk mendukung palestinan, ungkapnya.

Bonek Community Batam yang hadir pada acara amal untuk Palestina dalam sepanduk yang gelar dilantai tiga Spot Holl temenggu Abdul Jamal, yang bertuliskan " Bonek Community Batam, mendukung pejuangan masarakat Palestinan, salam satu nyali,".

Indakar Gondes bendahara Bonek Community Batam menyampai, pemerintah indonesia harus berani mengambil sikap dalam rapat-rapat PBB, kalau tidak berani keluar saja dari PBB. Dan juga, Bonek Community Batam dalam melalui usaha-usaha yang dimiliki akan menyisihkan dana secara rutin, yang nantinya akan kita sumbangkan untuk masarakat Palestina.