Selasa, 17 September 2013

Jakarta oh Jakarta "Hari Pertama"

Masih hari pertama tiba di Jakarta. Setelah keluar dari terminal bandara, sesuai pesan singkat yang diberikan oleh "Om", langkah kaki langsung menuju ke terminal Damri bandara Sukarno Hatta. Untuk naik Damri di bandara bukan yang pertama kali lagi, sehingga cukup mudah untuk mencari terminalnya.

Karena tujuan adalah Pasar Minggu, ongkos yang dikenakan sebesar Rp30 ribu. Tarifnya disesuaikan dengan rute. Disinilah kerasnya ibu kota negara dimulai. Untuk bisa naik dan mendapatkan tempat duduk kita harus bisa sedikit menjadi orang yang ngotot dan harus rela berdesak-desakan.

Tempat duduk telah didapat dan bus pun berjalan sekitar pukul 17.15 WIB. Kemacetan yang identik dengan kota besar langsung terasa. Baru mau keluar dari gerabang bandara, kemacetan langsung menghadang laju mobil yang ditumpangi.

Seakan-akan tidak ada lagi cela di Jakarta ini untuk kendaraan bisa jalan dengan normal. Dimana-mana selalu macet. Sang supir Damri telihat dari caranya mengemudikan Bus sepertinya sudah bertahun-tahun menjalankan mobil Damri ini.

Setiap ada cela untuk mobil berjalan langsung dia ambil. Jarak dengan mobil yang ada disebelanya cukup lah memepet. Dan Pak.Sopir Damri ini berkali-kali keluar jalur Tol untuk menghindari kemacetan.

Karena pada waktu itu dimana jam pulang kerja bagi masyarakat Jakarta. Sehingga jalur Tol yang seharusnya bebas hambatan tapi malah menjadi terhambat karena padatnya kendaraan disetiap pintuk masuk maupun keluar tol. Terkadang telihat jalan yang bukan Tol yang malah lebih cepat.

Mobil Damri ini, sesekali keluar dari dalam tol untuk menghindari kemacetan. Setelah berjalan sangat lama akhirnya sampai lah ke Pasar minggu sekitar pukul 20.02 WIB. Pasar sudah dalam keadaan gelap. Toko-toko sudah pada tutup namun pedagang sayur-sayuran sudah mempersiapkan lapak-lapak untuk berjualan.

Pesan singkat untuk alamat yang dutuju "Dari bandara naik Damri turun di Pasar minggu. Dari pasar minggu naik angkot tujuan Depok nanti turun di Jalan Seratus, Tanjung Barat" sehingga setelah turun harus mencari angkot yang tujuan Depok.

Tapi karena perut sudah kelaparan. Sehingga yang terpenting adalah mencari tempat makan. Dan akhirnya langkah berhenti dipedagang nasik goreng keliling yang sedang mangkal tidak jauh dari terminal.

Kesempatan itu juga langsung dipergunakan untuk menanyakan angkot nomor berapa dan arahnya kemana untuk yang tujuan Depok. Karena setelah duduk cukup lama disana tidak ada angkot yang tujuan Depok lewat. Ternyata, arah dimana tempat turun dari Damri tadi salah. Arahnya berlawanan. "Kalau ke Depok sebelah sana mas (tunjuknya kesebarang jalan). Ini jalan aja ke simpang sana tanya angkot 004 masih ada gak. Kalau gak ada nyebrang aja siapa tau di seberang masih ada,"katanya.

Setelah menyelesaikan makan, langkah kaki perlahan tapi pasti menyusuri badan jalan. Dan juga sempat masuk kedalam pasar yang waktu itu suasana sudah gelap. Yang terlihat hanya pedagang sayur yang sedang mendirikan meja dagangannya dan ada juga yang tengah membersihkan sayur.

Akhirnya angkot 004 aq dpatkan juga. "Jalan Seratus, Tanjung Barat" ini alamatnya diama aq betul-betul tidak tau. Hanya mengandalkan terkaan saja dan informasi dari tukang angkot saja. Dan akhirnya sekitar pukuyl 21.00 WIB sampailah ditempat yang di tuju.

Senin, 16 September 2013

Hari Pertama

Senin (17/9) sekitar pukul 11.45 WIB telah tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Hari pertama dimana perjalananan ke beberapa kota di pulau jawa selama 14 hari dimulai. Dengan bekal tiket pesawat Lion Air seharga Rp368.000-.
 Setelah menunggu lama di ruang tunggu keberangkatan  A3 Bandara Hang Nadim Batam dan sempat melihat jam tangan bahwa jadwal keberangkatan tinggal 20 menit lagi. Namun, tiba-tiba terdengar informasi dari pengeras suara bahwa penerbangan dengan rute Batam-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pada pukul 13.25 WIB harus ditunda hingga sekitar pukul 14.20 an. Karena alasan opresional.

Kata "sekitar" yang disampaikan membuat didalam hati ini bertanya-tanya. Seperti tidak ada kepastian kapan sebenarnya pesawat akan berangkat. Sedikit membuat jengkel. Namun, tetap saja bersabar menunggu keberangkatan.

Sekitar pukul 14.30 WIB barulah terbang ke Jakarta mempergunakan pesawat Lion Air dengan seri 747-800 NG dengan kapasitas penumpang sekitar 179 orang. Ini merupkan pesawat generasi terbaru dari Boeing. Telihat interior didalam pesawat cukup elegan.

Pada saat mau mendarat di Jakarta, terdengar suara dari pengeras suara bahwa pesawat harus berputar-putar dulu selama 30 menit sebelum mendarat. Karena padatnya jalur penerbangan. "ternyata di Jakarta yang macet bukan saja di daratnya tapi juga di udarangya sampai harus antri. Gimana didaratnya ni,"kata ku dalam hati. Setelah menunggu akhirnya mendarat juga di terminal 1B sekitar pukul 16.57 WIB.

Perjalanan belum selesai sampai disitu itu, karena tempat untuk beristirahat yang ingin dituju masih jauh...............




Selasa, 10 September 2013

Aku Akan Pindah ke Pulau Bintan

Cukup panjang ceritanya kenapa akhirnya harus pindah ke Pulau Bintan untuk beberapa bulan kedepan.... Tapi InsaAllah terhitung sejak awal bulan Oktober mendatang aktifitas keseharian akan dihabiskan di pulau Bintan.

Pindah ke Bintan ini antara iya dan tidak. Agak berat untuk pindah beraktifitas ke Pulau Bintan dalam kurung waktu beberapa bulan kedepan.

Pekerjaan dan sejumlah agenda yang telah disepakati bersama dengan teman-teman di Batam terpaksa harus dilalui dengan jarak jauh. Tapi kalau tidak ada halangan, InsaAllah akan pulang setiap minggu mempergunakan motor kesayangan yang telah menemani sejak 2009 silam ini.